Sabtu, 29 Desember 2012

When I Was a Little Boy

Masa-masa menjadi seorang murid menurut gue itu kayak lagi maen arum jeram menyusuri kali yang kita sendiri gatau hilirnya dimana dan arus kayak apa yang bakal kita hadapi di depan, kita cuma bisa dayung bareng-bareng dan berfikir secara cerdas dan kreatif gimana caranya bisa sampe ke hilir dengan selamat.

Masa-masa belajar gue selama gue mengenakan seragam itu bisa dibilang pasang surut, kadang arus yang gue lalui lancar malah gue lambat-lambatin, dan pas banyak batu kali yang gede-gede justru gue hantam keras-keras sampe perahu gue jumpalitan bahkan kebalik, ampe tenggelem malahan. Oke gue ceritain dari awal masa-masa gue di TK. Gue salah satu anak yang super jail, anak orang ada yang gue nangisin, emm sering malahan, gue dorong dari prosotan ampe mimisan juga pernah, emm tapi tenang aja gue gak akan ceritain AIB gue sendiri saat gue cepirit menjelang jam pelajaran dan di anter pulang oleh penjaga TK gue, entah namanya siapa, but he was my hero -___-. Ok gue mungkin juga salah satu murid yang lumayan gak bego saat gue TK. ya nilai-nilai gue lumayan laah gak buruk gak bagus juga, tapi gue rajin kok, rajin nangisin orang. setahun setelah gue masuk TK sampai akhirnya gue naek level ke nestapa berikutnya yaitu 'O BESAR' entah kenapa guru-guru disana namain kelasnya dengan 'O BESAR DAN KECIL'.  Oke laah gak terlalu penting itu, guru TK O Kecil gue namanya Bu Wiwin, yang sampe saat ini jadi Ibu Negara Tingkat RT. 2 Tahun pun berlalu akhirnya gue pun lulus dengan IP lumayan. Pokoknya Kumlot laah, Saking senengnya karena lulus TK, Sebulan sebelum kelulusan aja gue udah coba-coba-in baju SD Pertama gue, ngaca kayak model, muter kiri, muter kanan. Sampai sekarang gue tuh mikir aja pengen bikin Museum khusus gue yang isinya tuh tentang gue dari orog ampe gede, nyimpen-nyimpen baju kenangan gue, dari baju, celanan, bahkan sampe sempak gue pas TK yang gue cepiritin, harusnya gue bilang sama Alm. Nenek gue jangan di cuci -____-"

HAI^^ Akhirnya gue SD lhoooo, banyak impian-impian gue yang bener-bener Cool Abies, salah satunya adalah jadi power ranger merah, yang dulu gue namain Super Elang. Temen-temen gue sampe ngejauhin gue, aja karena gue se freak itu yak..... Masuk SD gue tetep jadi anak yang super badung, terlebih sama cewe.... dulu ada cewe yang keterbelakangan Mental namanya Eva, Ya Allah sampe sekarang gue masih nyesel aja lhoo dulu sebadung itu gue, sampe gue nangisin dia, gue pun di hukum berdiri depan kelas, dan bodohnya gue malah jalan-jalan ke Kamar Mandi SD gue yang super Jorok parah, bahkan sampe kelas 6, Kalo mau EEK gue pasti ijin pulang saking gamau masuk ke neraka jahanam itu, gue inget banget setiap gue pulang guru-guru pasti ngomong "Salam ya buat Nenek, eh kamu manggilnya apa? mbah ya? yaudah salam buat mbah" mendadak menitikan air mata karena kangen banget sama alm. Nenek gue T__________T. gue dulu di SD nemuin Pacar pertama gue pas gue kelas 4 SD, Gue inget banget namanya Cintya Andini, dia anak baru, dan pas masuk kelas untuk pertama kalinya, gue berharap banget dia duduk sama gue, dan....... tidak pernah terjadi sama sekali. btw gue jadian sama dia itu kelas 5 SD, Entah apa yang ngebuat kita jadian, entah gimana kita pacaran, dan entah kapan gue putus sama dia masih jadi misteri ampe sekarang, yang gue inget dia mutusin gue karena nemuin cowo yang lebih ganteng dari gue namanya EGA kalo galasah... SEJELEK ITUKAH GUE...... dulu gue suka banget maen theater untuk ngisi perpisahan di SD gue, dari mulai theater yang niat sampe dapet standing aplause sampe theater jayus yang setelah kelar acara, kakak kelas gue nyamperin gue nanyain gini "Itu barusan lo ngapain? ngelawak?" zzzzzzzz...... btw gue mau makasih lho untuk guru-guru SD gue terutama wali kelas gue yang selalu ngasih gue Ranking 10 besar selama 6 Tahun walaupun hobi gue adalah bolak-balik ruang guru karena nangisin temen gue, sampe kena masalah paling absurd yaitu ngebukain rok cewe satu kelas. makasih buat Bu Wali Kelas Kelas 1 (lupaa), Bu Adibah, Bu yang anaknya pernah gue taksir walaupun kakak kelas gue, Pak Solihin, Ibu CEACILIA TERSAYANG yang suka nyubitin gue hehehehehe tapi makasih lhoo bu, berkat ibu saya jadi rada berkurang bandelnya, usilnya sih engga. PAK SURYONO wali kelas, kelas 6 yang buat gue masuk 68 hehehe, Pak Nur Ali yang Vespanya jadi bahan Cak-cakan gue sama Fajar (BB KENYOT DAN JJ KENYOT) dan istrinya maaf bu lupa namanya -___-". and Special buat guru Pramuka SD gue PAK APUNG A.K.A Warjono hehehehehe....... Last But Not Least gue mau makasih sama temen-temen gue selama di SD yang udah kasih gue kenangan banget selama 6 tahun :''''''''') dimulai dari sahabat karib gue FAJAR, Toto, Fuji, Ima, Indah, Kiky, Devi, Wulan, Satrio, Asep, Joko, Yuli, Lutfi, Batok, Finjar, Cintya Mantan Gue, Erly, Hilda Komina Tanjung yang nyokapnya dateng ke sekolah demi nyubit gue doang makasih loooh,  Dadeng a.k.a Robi, dan semua sahabat-sahabat gue yang gue gak bisa sebutin semuanya, bukan karena terlalu banyak, tapi lupa hehehehe MAKASIH YAAH......



Jumat, 09 November 2012

Sineas Muda Enampuluh





Semua berawal dari  Pizza Hut Buncit, dimana gue dan 3 orang temen gue, Supri (@piannisti), Vidi (@calviantovidi), Acong (@DaisukaSabar) sedang berdiskusi tentang rencana kita pengen membuat sebuah film iseng-iseng-an untuk mengisi liburan akhir semester kita. Pelajaran Sinematografi memang sebelumnya sudah di ajarkan kepada murid-murid SMAN 60 Jakarta pada tahun ajaran 2007/2008 pertama kali di uji cobakan kepada Angkatan'2010 oleh sebuah organisasi yang bergerak di bidang sinematografi yang bernama "X-Kul TV" dibawah Pimpinan Gunanto Bimo atau yang lebih akrab dipanggil Om Bimo yang kebetulan waktu gue, Supri, Vidi, dan Acong kelas X diajar langsung oleh Om Bimo walaupun Vidi dan Acong beda kelas pada saat itu dan dipertemukan ketika kita beranjak kelas XI (XI IPA 2) dimana itu adalah awal dari SINEMA 60 yang dulu bernama Neon Entertainment. Anyway back to the story akhirnya mereka pun memutuskan bahwa liburan mereka akan di isi oleh pembuatan film pendek yang kebetulan salah seorang sahabat gue yang bernama Imbi mengirim sebuah sms tentang festival film pendek di SMAN 34 (Cineffest 34). Karena terlalu excited akhirnya kita pun mengikuti festival tersebut dengan bekal 0 besar karena belom pernah kita membuat atau di ajarkan mengenai Film Pendek. Bermodal kepercayaan, tanggung jawab, mimpi, serta kerja keras kita berempat menambah personil 1 orang teman lagi yaitu Laras yang saat itu juga sekelas dengan kita semua untuk bergabung ke dalam team yang diberi nama "V-Lass Pictures." Hari demi hari kami lewati dengan sangat berat demi menyelesaikan film pendek pertama kami. Pertengkaran, amarah, tawa, canda, duka, sampai cinta kerap mewarnai perjalanan kita pada waktu itu sampai akhirnya kita berhasil menyelesaikan film pertama kita yang diberi judul "Ropaz" dan berhasil menempati Juara 3 pada saat itu. Perjalanan pun berlanjut ke festival kedua yaitu dari SMAN 28 Jakarta (INDIGO 28) yang kala itu mengusung Film Dokumenter. Kembali bermodalkan kepercayaan, tanggung jawab, mimpi, serta kerja keras, film "Ini Jakarta Gue Bukan Punya Lo" berhasil mendapat tempat yang indah di posisi kedua podium kehormatan kala itu. Hingga akhirnya mimpi itu kembali berlanjut dikala kami bermimpi ingin mendirikan sebuah Organisasi Induk Perfilman di SMAN 60 Jakarta. Adalah Bapak Juragan Kukuh Hendriawan, seorang figur ayah sekaligus sahabat bagi kita semua yang membantu kami mewujudkan mimpi-mimpi sineas muda yang haus akan prestasi dan sebuah semangat pantang menyerah dari seorang remaja harapan bangsa. Tidak mudah untuk mencapai sebuah pengakuan akan keberadaan, bukan batu besar melainkan kerikil-kerikil tajam yang bertaburan di sepanjang jalan yang kami hadapi. Cacian, makian bahkan hinaan sering kami terima, namun hal itu kami jadikan sebuah semangat dasar untuk kami dalam membangun pondasi prestasi dan mimpi-mimpi kami. 1 September 2009 adalah tanggal bersejarah bagi kami semua di mana Club SINEMA 60 (Sineas Muda Anak 60) diresmikan berdiri oleh Bapak Kepala SMAN 60 Jakarta yang kala itu di Jabat oleh Bapak Muzzayin dan selang 9 bulan setelahnya kami diresmikan menjadi Ekstrakurikuler di SMAN 60 Jakarta. Hari demi hari kami jalani dengan berat namun menyenangkan, hingga saat ini senyum merona masih terlihat di bibir para Sineas Muda Anak 60 yang menjadi bibit-bibit kebanggaan serta aset berharga bagi SMAN 60 Jakarta. One thing that we learn is "Film is something that we fight for" and "We Ride Together, We Fight Together, SINEMA 60 For Life." 

Film Ropaz dan kisah perjuangan pembuatan film ropaz yang juga di filmkan dengan judul film "Reach" dapat kalian Lihat di Youtube channel SINEMA 60 www.youtube.com/sinema60 , dan jangan lupa follow @sinema60 juga yaah


-@septayudhistira-

Me, Myself, and I


Septa Yudhistira Pratama, nama istimewa yang menurut gue memiliki arti yang agak absurd, yaitu

Septa : Tujuh
Yudhistira : Tokoh pewayangan Pandawa 5 yang diberi gelar PRABU
Pratama : Pertama atau Sulung

So, kalo kita coba kombinasikan nama itu menjadi "Prabu Ketujuh Sulung" atau Prabu yang lahir sebagai anak sulung di generasi ketujuh, entah apalah itu artinya intinya gue adalah anak pertama dan bukan seorang prabu. terlebih ngenes saat buka mbah google dan search nama "SEPTA" dan ternyata itu adalah singkatan dari "Southeastern Pennsylvania Transportation Authority" sebuah agency di tenggara pennsylvania yang mengatur masalah transportasi dan semakin gak jels arahnya.

Oke langsung saja, gue adalah anak pertama dari kombinasi pernikahan orang tua gue
(Ayah : Doddy Supriyadi) dan (Ibu : Sri Aryani). gue lahir di Jakarta tepatnya di Rumah Sakit St. Carolous Salemba pada tanggal 27 SEPTEMBER 1992 yang katanya gue lahir sekitar pukul 05:00 pagi. gue punya 1 adek cowo namanya Novin Ardian Dwi Putra, titik no need to explain, nanti gue bakal bahas full mengenai dia hahahaha.....

Untuk saat itu gue masih beralamat di Kompleks MPR Jalan Wijaya Kusuma no.B19, rumah alm. Kakek gue yang gue dan keluarga gue tempatin untuk sementara dan sudah 10 tahun lamanya dan yap gue dan keluarga sebentar lagi bakal pindah rumah karena rumah yang gue tempatin sekarang bakal di jual.

Sejarah singkat pendidikan gue, TK gue itu di TK Risanti III, entah Risanti I dan II nya dimana sampe saat ini masih misteri karena Risanti III pun udah di gusur sekarang jadi rumah kerja dewan MPR. SD gue gak jauh kok dari rumah, cuma berjarak berapa meter saja, namanya SDN  014 Pagi, lanjut ke SMP gue, SMP fenomenal di keluarga gue karena kita bertiga lulusan sana semua, SMPN 68 Cipete Selatan. SMA.... Waaaah i miss my High School moment bangeeeet deeeh..... SMAN 60 Jakarta, yang walaupun dulu setiap gue mamerin SMA gue, respon orang pasti "Ohh 60... dimana tuh?" lokasinya itu di Kemang Timur, kemang pinggiran pokoknya deeeh. Singkat cerita gue lulus tahun 2010 dan langsung melanjutkan kuliah ke kampus Institut Kesenian Jakarta namun.............. (Cerita lengkapnya menyusul) hehehehehe.......

By The Way hidup gue saat ini sangat di dominasi oleh kata "SINEMA 60" (@sinema60), sebuah Club film yang gue dirikan bersama sobat-sobat gue semasa SMA yang hingga saat ini status gue adalah Pelatih atau Mentor dari Ekstrakurikuler SINEMA 60 di SMAN 60 Jakarta.

Last but not least, gue juga punya pacar yang sangat gue sayangi banget nama dia adalah DESY CAHYALILIATI (@desycah). Gue juga bakal ceritain soal dia juga nanti yap itulah salah perkenalan gue untuk saat ini. noraknya adalah tahun 2012 gue baru bikin blog..... tapi gapapalah just let people now about me..... Au Revoir........



-@septayudhistira-